Baris Video

Loading...

Rabu, 28 September 2016

KESIAPAN BRI UNTUK MELAYANI NASABAH



Untuk kali ketiganya pertemuan pengurus serikat pekerja (SP) dengan pihak Bank Rakyat Indonesia pada Senin, 26/09/2016 untuk membicarakan perpindahan Payroll, mengapa sampai beberapa kali pertemuan ? itu dikarenakan kehati – hatian dan ada banyak usulan yang harus disepakai bersama. Ada beberapa anggota yang mempertanyaka mengapa begitu lama penentuan bank yang dipilih?. SP memiliki tahapan/mekanisme untuk menentukan pilihannya, mulai dari membuka pintu seluas – luasnya kepada bank yang bersedia, macam –macam kredit pinjaman, bunga pinjaman dan pijaman modal untuk kopkar.  Sejauh ini sudah ada 5 bank yang melakukan presentasi kepada SP, antara  lain : Cimb Niaga Bank, BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI).


Dari ke 5 bank tersebut kita sudah dapat mengkerucutkan ada 2 bank yang akan kita pilih.Dengan pihak BRI telah final pembahasan, tinggal lagi mekanisme perpindahan payroll, untuk bank lain kita akan melakukan minimal sekali lagi pertemuan agar segala sesuatunya dapat mencapai kata sepakat. Hampir rata – rata bank menawarkan hal yang sama dari usulan SP hanya ada sedikit  perbedaan, mulai dari suku bunga yang hampir sama hanya berbeda penerapan, ada yang bentuk suku bunga Flat dan anuitas, ada yang memberika pinjaman sampai dengan 75% dari gaji ada yang hanya 40% dari seluruh pendapatan dll.

Selasa 27/09/2016  BRI telah mendatangkan unit mobil teras  keliling (mobil kliring) yang berguna untuk melayani transaksi nasabah pra kontruksi/pembangunan mesin ATM. Mesin ATM sendiri tidak lama dalam proses pembangunannya hanya memakan waktu paling lama 7 hari apabila semua izin tempat dan pasokkan arus listrik telah tersedia.
Perpindahan payroll ini secepatnya akan dilakukan, SP berusaha untuk upah bulan Oktober telah berjalan di payroll yang baru, bagi anggota yang tidak berkeinginan untuk pindah payroll, tidak ada paksaan karena masing – masing pekerja punya hak yang sama, hanya saja SP  mengakomodir anggotanya yang butuh lebih dari sekedar  bank payroll, seperti kredit tanpa angunan, kredit kepemilikan rumah dll.

Selasa, 20 September 2016

JALAN YANG TERBAIK



Sudah saatnya menentukan pilihan terbaik dari keterbatasan, Hampir se anan mua orang, pelaku usaha maupun bukan (karyawan, pensiunan, pelajar, dll) tidak dapat lepas dari layanan perbankan. Apa pun yang berhubungan dengan uang baik uang fisik maupun nonfisik tidak terlepas dari kebutuhan jasa bank. Salah satu fungsi bank adalah menyalurkan kredit, pembelian barang, kredit perumahan/renopasi dll.
Fungsi bank bagi karyawan, masa sekarang perusahan membayarkan gaji  dengan cara transfer ke rekening karyawan atau menggunakan produk produk perbankan yaitu payroll, dan ini memberi kemudahan transaksi untuk perusahaan.


Melalui program bidang Sosial Kesejahteraan Serikat Pekerja PT.Tanjungeim Lestari Pulp and Paper (SPPT TEL) mendirikan Koperasi Karyawan Mitra Sejahtera Lestari (MSL) yang telah berjalan sekitar 5 bulan dan telah memiliki anggota sekitar 400 orang. Pada tanggal 26  Agustus Kopkar MSL diresmikan  dan sekaligus menyelenggarakan pameran selama 3 hari dan juga telah terjadi transaksi jual beli.

Pengurus Serikat Pekerja (SP) telah berusaha maksimal melakukan pembicaraan  dengan pihak Bank Central Asia (BCA)  agar dapat memfasilitasi pemotongan transaksi (jual-beli) pada setiap bulannya, namun jawaban yang didapat bertolak belakang dengan keinginan yang ada, bahkan dengan tegas dikatakan bahwa kami akan mencari bank alternatif  yang dapat memfasilitasi keinginan kami, namun pihak BCA tidak bergeming dengan pendapatnya. Begitu juga ketika berhadapan dengan pihak perusahaan pengurus SP tetap pada keinginan agar diberikan solusi terbaik, namun pihak perusahaan dengan pertimbangan pengenaan pajak dan resiko terhadap perusahaan atau pun karyawan secara pribadi tidak dapat melakukan pemotongan lansung terhadap upah pekerja.

Jalan buntu ditemui, tinggal jalan satu – satunya mengalihkan rekening ke bank yang dapat memfasilitasi keinginan anggota dengan tujuan dapat melakukan pemotongan upah transaksi jual beli pada koperasi, mendapatkan kredit tanpa anggunan (KTA), kemudahan pengambilan uang dengan tersedianya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dll.

Pemindahan rekening bank yang akan dilakukan bukan bentuk paksaan, tiap – tiap pekerja bebas menentukan pilihannya tetapi bagi pekerja yang telah melakukan transaksi atau telah mengisi kuisioner yang menyatakan setuju akan berpindah rekening. Pengurus SP juga berharap bagi pekerja yang masuk menjadi anggota koperasi bersedia dipindahkan rekening banknya, pengurus SP akan berusaha mencari bank terbaik yang dapat mengakomodir semua keinginan anggota, kemudahan tarik tunai dengan tersedianya ATM, KTA, kredit perumahan, kredit kendaraan dll. Delapan  tahun bergabung bersama BCA tidak mendapatkan benefit sesuatu hal yang sangat merugikan.





Rabu, 10 Agustus 2016

MENJAGA KESEHATAN DAN MENGATUR KEUANGAN MASA PENSIUN



Pre Retirement Training hari kedua Rabu,10/08/2016 Grand Nikita Hotel diawali dengan gaya hidup sehat dengan olah raga kesehatan Abhinaya yang di dampingi oleh pak Toto Suhendro Trihardjono. Apa itu Abhinaya? Abhinaya Berasal dari bahasa sangsekerta artinya semangat, menjalani hidup ini dimulai dengan semangat baru bisa dapat menjalankannya dengan baik. 

PRE RETIREMENT TRAINING TAHAP 3 PT. TEL



Pre Retierment Training ( Training Pra Pensiun ) ke 3 masih tetap dilaksanakan di tempat yang sama di Grand Nikita Hotel Prabumulih, dilaksanakan selama 3 hari dari 09 s/d 11 Agustus, yang pesertanya 19  pesrta suami istri.

Selasa, 26 Juli 2016

SPPT.TEL MEMILIKI AHLI K3



Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah Ilmu atau kemampuan yang Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan. K3 juga adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain.

Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (Serbuk) bersama federasi anggota Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).mengadakan pendidikan bersama bertajuk  Pendidikan K3  yang menjadi Hak Asasi Manusia. Pendidikan tersebut digelar di Karawang pada tanggal 26 sampai 27 Juli 2016.
Peserta dalam pendidikan ini datang dari berbagai federasi anggota KPBI antara lain SERBUK, FBLP, FBTPI, FPBI, FSP2KI dan PPMI-SPSI. Peserta datang dari berbagai kota antara lain Karawang, Bekasi, Jakarta, Yogyakarta dan Muara Enim-Sumatera Selatan yang diwakili oleh Yulius Tangdilian dari Serikat Pekerja PT.Tanjungenim Lestari (SPPT TeL). Pendidikan ini dilakukan 3 tahap peserta harus berkomitmen menjalankan semua tahapan – tahapan, Sppt Tel dengan program K3 nya terus meng-Up Grade kemampuan pengurus mengenai K3 tersebut. Yulius Tangdilian memang sengaja dipersiapkan Sppt Tel untuk cikal bakal ahli di bidang K3.

Yulius Tandilian juga bagiaan dari anggota  FSP2KI memberikan apresiasi atas pendidikan ini, sebab pendidikan K3 memang penting meskipun kurang diminati, apalagi di tempat kami.“Tugas pengurus serikat pekerja adalah memperkenalkan kepada anggota tentang mendesaknya agenda penerapan sistem manajemen K3 di tempat kerja,” ujarnya..

Karena penegakan sistem manajemen K3 di perusahaan yang sangat buruk Pekerja selalu dalam kondisi yang dirugikan karena posisi tawarnya lemah sehingga mengalami kerugian. Misalnya saja  jam kerja panjang, lingkungan kerja yang tidak aman (Unsave) dan ketika kecelakaan kerja dapat dipastikan akan kehilangan pekerjaannya dan banyak kasus kecelakaan kerja dikondisikan aman seolah – olah sistim K3 berjalan dengan baik,“Sungguh ini sangat ironis. Untuk itu, Serikat harus mau menjadi garda terdepan dalam perjuangan K3 di tempat kerja,”

Dalam pendidikan kali ini, beberapa fasilitator yang hadir memberikan materi antara lain adalah Subono (Serbuk), Wiranta Yudha (LION), Dr. Anna Suraya (Dokter ahli K3), dan juga Matt Goodwin (Maritim Union of Australia / International Transport Workers’ Federation).JY

MULAILAH KESELAMAT KERJA DARI DIRI SENDIRI.

Selasa, 19 Juli 2016

PT.TEL MENERIMA TES MASUK AKADEMI TEKNOLOGI PULP DAN KERTAS


Setiap Perusahaan harus memiliki seksi Corporate Social Responsibility (CSR), yang fungsinya harus dilaksanakan hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah yang termatub psl 74 undang – undang perseroan terbatas (UUPT). Dimana organisasi tersebut  dituntut memperhatikan aspek social dan lingkungan, berguna untuk menjaga Industri berkelanjutkan.  Peran aktif CSR di perusahaan juga untuk meningkatkan image dan produktifitas perusahaan di mata masyarakat serta stakeholder. Untuk melaksanakan CSR di mana organisasi tersebut juga dituntut memperhatikan aspek social dan lingkungan.

KOPKAR MITRA SEJAHTERA LESTARI MAJU MERAYAP



Semangat terbentuknya Kopkar Mitra Sejahtera Lestari (MSL) untuk mensejahterakan anggota tidak mengendorkan semangat pengurus kopkar untuk tetap terus maju membangun kopkar MSL lebih maju lagi. Pencapaian target kerja,  semula yang telah direncanakan  bergerak melambat  : belum dapat membuka unit simpan pinjam, retail (sembako) dll. Hal tersebut terkendala kerena belum dapat mengkondisikan sistim pembayaran secara otomatis / pemotongan Payroll (gaji). Setelah selesai perundingan Upah 2016 secara ekpres pengurus Serikat Pekerja yang melahirkan Kopkar MSL lansung melakukan percepatan kopkar tetapi masih terkendala lagi dengan  hari libur Idul Fitri. 

Senin, 13 Juni 2016

FINAL BIPARTIT KENAIKAN UPAH PT.TEL



Upah merupakan salah satu rangsangan penting bagi pekerja dalam suatu perusahaan. Hal ini tidaklah berarti bahwa tingkat upahlah yang merupakan pendorong utama, tingkat upah hanya merupakan dorongan utama hingga pada tarif dimana upah itu belum mencukupi kebutuhan hidup layak pekerja sepantasnya. Upah sebenarnya merupakan salah satu yang diatur dalam perjanjian kerja, yaitu Tripartit yang terdiri dari unsur pengusaha buruh / pekerja dan pemerintah.

Jumat, 03 Juni 2016

HAK BURUH PEREMPUAN DI KEBIRI



IndustriAll Council Indonesia menyelenggarakan pendidikan berkaitan dengan Pengorganisasian Khusus untuk Buruh Perempuan. Pendidikan ini,merupakan pendidikan reguler yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam menjalankan tugas kepengurusan untuk menjalankan serikat. Lebih rinci, tujuan pendidikan ini adalah untuk membekali pengurus serikat dengan kemapuan melakukan pengorganisiran dan kemudian menambah jumlah anggota di pabrik. 

Kamis, 02 Juni 2016

PT. ROMINDOSADA GLOBALINDO GAGAL ENGAGEMENT



Senin, 25 Mei 2015 kali ketiganya Serikat Pekerja Security Tanjungenim Lestari  (SPS TeL) dengan PT. Romindosada Globalindo (RECON) melakukan Biparti, namun dari beberapa yang dirundingkan mengalami jalan buntu. Management bersikeras tetap tidak berubah dengan pendapatnya meskipun Sps TeL  telah menurunkan nilai kesepakatannya.